Jumat, 25 Januari 2013

Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia


Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Pada dasarnya setiap bangsa berhak mengatur pemerintahannya sendiri tanpa campur  tangan bangsa asing. Adanya intervensi bangsa lain berakibat terjadi perombakan dalamkehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bangsa Indonesia yang mengalami intervensi bangsaasing selama 350 tahun tersebut telah menimbulkan dampak fisik maupun mental yang sampaisekarang masih membekas. Perjuangan yang memakan waktu yang sangat panjang tersebut,akhirnya sampai pada titik puncaknya yaitu proklamasi kemerdekaan Indonesia.

A.      Alasan Jepang Membentuk BPUPKI
Keterlibatan Jepang masa Perang Dunia II mampu mengubah peta kekuasaan negara-negara Eropa di Asia Pasifik. Sejak serangannya ke Pearl Harbour tahun 1941, Jepangdapat merebut satu persatu daerah kekuaasaan negara-negara Eropa di Asia Pasifik.
Dimulai dari Guam, Bismark, Hongkong, Indocina, Philipina, Birma, Malaya, Singapura danIndonesia. Kemenangan Jepang tersebut ternyata tidak berlangsung lama, karena AmerikaSerikat dan sekutunya mengadakan serangan balik dengan membentuk pertahanan bersamayaitu ABDA Com dan front ABCD yang dipusatkan di Australia.Sebenarnya sasaran Jepang yang terakhir adalah Australia, tetapi dapat dihadang oleh blok sekutu di Laut Karang tanggal 7 Mei 1942.
Sejak kekalahannya di Laut Karang tersebut, Jepang mulai terdesak sehingga mengubah strategi perang dari ofensif ke defensif.Tindakan ini berakibat satu persatu pangkalan militer Jepang dapat dikuasai oleh blok sekutu. Bulan Pebruari 1944, pangkalan Jepang di kepulauan Marshall jatuh. Selanjutnyatanggal 19 Juni 1944 pangkalan angkatan laut di Guam jatuh dan puncaknya 9 Juli 1944 pangkaln militer di Saipan (kepulauan Mariana) dapat dikuasai sekutu.
Sejak saat itu satu persatu wilayah jajahan Jepang dapat dikuasai lagi Blok sekutu.Kondisi kekalahan Jepang tersebut berakibat terjadinya pergolakan dalam kabinet diJepang, sehingga Perdana Mentri Tojo diganti dengan Perdana Mentri Koiso Kuniaki.Menyadari kondisi Jepang yang selalu terdesak di medan pertempuran, maka pemerintah Jepang berusaha menarik simpati Bangsa Indonesia dengan melancarkan program propagandanya yang antara lain ;
*     Mengikutsertakan para pemimpin Bangsa Indonesia dalam pemerintahan
*     Pada tanggal 7 September 1944, PM Koiso mengeluarkan janji dalam pidatonya di depan parlemen Jepang yaitu akan memberikan kemerdekaan kepada BangsaIndonesia dikelak kemudian hari.Untuk merealisasi janji tersebut, maka tanggal 1 Maret 1945 Jepang mengumumkanakan didirikannya Dokuritsu zyunbi Tyosakai (BPUPKI) yang bertugas mempelajari,mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pembentukan negara Indonesia. Bahkan perwira angkatan laut Jepang yaitu Laksamana Maeda mendukung sepenuhnya perjuanganBangsa Indonesia antara lain dengan cara ; membiayai perjalanan pidato keliling Soekarno-Hatta ke berbagai wilayah di Indonesia diantaranya Makasar (April 1945), Bali dan Banjarmasin (Juni 1945).Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II tersebut memberikan dampak yang besar  bagi Bangsa Indonesia. Dalam kondisi focum of power, Bangsa Indonesia mampu memanfaatkannya dengan baik untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
B.      Penyusunan Dasar dan Konstitusi untuk Negara yang Akan Didirikan
Sejak PM Koiso mengeluarkan janji akan memberi kemerdekaan kepada BangsaIndonesia, maka Jepang memperbolehkan Bangsa Indonesia menggunakan Identitasnya,diantaranya boleh menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan bendera merah putih. Adapun wujud nyata dari janji tersebut adalah pendirian BPUPKI tanggal 29 April1945 dengan diketuai oleh Dr. Rajiman Wedyodiningrat.
BPUPKI beranggotakan 64 orangtermasuk ketua, ketua muda (2orang) dan Sekretaris. Keanggotaan BPUPKI merupakanwakil dari berbagai pihak yaitu 4 orang dari Arab dan keturunan Belanda, 7 orang Jepangdan lainnya berasal dari wakil-wakil Bangsa Indonesia.Pada tanggal 28 Mei 1945 diselenggarakan upacara peresmian BPUPKI di gedung Cuo Sangi In, Jl. Pejambon Jakarta yang dihadiri oleh Jendral Itagaki (Panglima Tentarawilayah VII di Singapura) dan Letnan Jendral Nagano (Panglima Tentara XVI di Jawa).
Setelah diresmikan BPUPKI segera mengadakan sidang yang pertama tanggal 29 Mei-1Juni 1945. Dalam sidang pertama yang membicarakan rumusan dasar negara ini muncultiga tokoh yang mengusulkan rancangan dasar negara yaitu Ir. Soekarno, Mr. Supomo, danMoh. Yamin.
Usulan pertama diajukan oleh Mr. Moh. Yamin yang disampaikan pada 29 Mei1945 dengan rumusan lima azas dasar negara sebagai berikut :
-Peri kebangsaan
-Peri kemanusiaan
-Peri ketuhanan
-Peri kerakyatan
-Peri kesejahteraan rakyat
Pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Supomo mengusulkan gagasan dasar negara yaitu :
-Faham negara persatuan
-Kekeluargaan
-Keseimbangan lahir dan batin
-Musyawarah
-Keadilan rakyat
Usulan ketiga dalam Sidang BPUPKI disampaikan Ir. Soekarno tanggal 1 Juni1945 yaitu rumusannya sebagai berikut :
-Kebangsaan Indonesia
-Internasionalisme atau peri kemanusiaan
-Mufakat atau demokrasi
-Kesejahteraan social
-Ketuhanan yang maha Esa
Kelima rumusan yang dikemukakan Ir. Soekarno tersebut setelah ada perubahan dinamakan Pancasila sehingga sampai sekarang setiap tanggal 1 Juni dikenal sebagaihari lahirnya Pancasila.

Setelah Sidang I selesai, BPUPKI membentuk panitia kecil yang bertugasmenampung saran-saran, usul-usul, dan konsepsi para anggotanya. Panitia tersebut diketuai Ir. Soekarno dengan anggotanta sembilan orang. Sehingga dikenal denganistilah Panitia Sembilan, yaitu Ir. Soekarno, K.H Wahid Hasyim, Drs. Moh. Hatta,Kahar Muzakir, Mr. A.A. Maramis, H. Agus Salim, Mr. Ahmad Soebarjo, Mr. Moh.Yamin, dan Abi Koesno Tjokrosoejoso.
Panitia Sembilan tersebut telah menghasilkanrumusan tentang maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia yang akhirnyaditerima dengan suara bulat dan diberi nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter) padatanggal 22 Juni 1945.Di dalam Piagam Jakarta termuat rumusan dasar negara yaitu sebagai berikut :-Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.-Kemanusiaan yang adil dan beradab.-Persatuan Indonesia.-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlam permusyawaratan perwakilan.-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Sidang BPUPKI yang kedua diselenggarakan tanggal 10-17 Juli 1945. Panitia Sembilan melaporkan hasil kerjanya yang berupa rancangan hukum dasar Negara Indonesia dan disetujui dalam Rapat Pleno BPUPKI. Selanjutnya BPUPKI membentuk  panitia perancang UUD yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia perancang tersebutkemudian membentuk panitia kecil perancang UUD yang diketuai oleh Mr. Supomo. Anggotanya adalah Wongsonegoro, Ahmad Subarjo, Maramis, Pandji Singgih, AgusSalim, dan Dr. Sukiman.
Tugas panitia kecil adalah menyempurnakan dan menyusunkembali rancangan UUD yang telah disepakati berdasar Piagam Jakarta. Dan padatanggal 14 Juli 1945 panitia kecil tersebut berhasil merumuskan :
-Pernyataan Indonesia Merdeka
-Pembukaan UUD
-Batang tubuh UUD
Pernyataan Indonesia Merdeka dan rumusan pembukaan UUD diambilkan dari rumusan Piagam Jakarta yang telah disempurnakan dan disepakati bersama. Dalam sidang BPUPKI terjadi perselisihan pendapat antara golongan nasionalis dan agama mengenai dasar negara terutama sila pertama. 
Golongan agama (Islam) menghendaki agar sila pertama tetap seperti bunyi dalam piagam Jakarta, tetapi golongan nasionalis terutama wakil dari Indonesia bagian timur keberatan dengan bunyi “kewajiban menjalankansyariat Islam bagi pemeluknya “.Meskipun terjadi perselisihan pendapat namun sidangBPUPKI berhasil mencapai kesepakatan bersama dengan musyawarah mufakat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

a
w
a
z
o
N
a
n
e
R
Batman Begins - Help Select